Tampilkan postingan dengan label uang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Maret 2009

Kesulitan yang dialami banyak orang mengenai masalah keuangan, bukanlah bagaimana cara mengelola uang tetapi bagaimana mendapatkannya. Beberapa orang berfikir bahwa bekerja merupakan satu-satunya cara untuk mendapatkan uang. Ada yang berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan pekerjaan. Setelah dapat, merasa tidak puas dengan jumlah uang yang dihasilkan. Sebagian lagi setelah dapat pekerjaan, merasa tidak cocok dengan bagian kerja yang dikerjakan. Malasah baru muncul: pekerjaan tidak memberi kepuasan!!

Orang lainnya berfikir bahwa tidak perlu pusing berapa besar jumlah uang yang diperoleh. Banyak kelompok produsen yang jeli melihat kebutuhan konsumen menawarkan kredit sebagai jalan keluarnya. Mulai dari kredit uang sampai kredit barang. Ada kredit dengan anggunan ada juga kredit tanpa anggunan. Setelah dapat kredit, sebagaian mengeluh karena merasa berat untuk membayarkannya dengan nominal yang telah disepakati. Tidak jarang, orang kecewa karena anggunan disita dan uang melayang. Masalah baru muncul: cara kredit tidak memuaskan!!

Walaupun ada Slogan: "Mengatasi Masalah tanpa Masalah" namun orang yang bijak akan berfikir ulang dengan slogan yang serupa dengan itu. Memang setiap orang butuh uang. Tapi kita sebagai pengguna uang, harus bijak mensikapi kebutuhan akan uang supaya tidak kecewa dan tidak tertipu dengan bermacam cara yang ditawarkan. Orang bijak akan mencoba cara yang bijak pula. Tidak Perlu Kredit!!! Untuk mudahnya anda cukup mengikuti program yang disediakan melalui www.asiakita.com/dachi. Cukup dengan 3 langkah: klik websitenya, baca carakerjanya dan ikut serta dengan proses registrasi.

Senin, 26 Mei 2008

TDW University - Mengapa yang kaya Semakin Kaya

Kenapa orang kaya semakin kaya, kelas menengah bergumul terus,
dan yang miskin bablas miskin.

Kenapa orang kaya semakin kaya, karena begitu orang kaya penghasilannya
bertambah besar maka gaya hidupnya sementara tetap (menunda kesenangan).
Penghasilan yang lebih ini diinvestasikan kedalam asset (beli saham yang
menghasilkan deviden, rumah kost kost-an, ruko yang dikontrakkan, Mall yang
disewakan, sarang walet, usaha-usaha yang menghasilkan, dll). Sedemikian
sehingga penghasilan mereka bertambah besar. Dan ketika penghasilan mereka
bertambah besar lagi, mereka investasikan lagi ke dalam asset tersebut diatas,
sehingga semakin kaya dan semakin kaya lagi.

Kenapa orang menengah bergumul terus secara financial? Ketika orang
menengah penghasilannya bertambah besar maka dia mencicil rumah yang
lebih besar, mobil yang lebih besar, handphone yang lebih canggih,
komputer yang lebih modern, televisi yang lebih besar, audio yang
lebih canggih dan banyak sekali uang untuk kewajiban sehingga masuk
kedalam pengeluaran. Orang menengah ini bisa memiliki rumah yang besar,
mobil yang besar tapi tidak mempunyai uang yang bekerja untuk dia. Dan
seumur hidupnya menjadi budak uang karena membayar cicilan semakin besar seumur hidupnya.

Kenapa orang miskin bablas miskin ?

Orang miskin tidak perduli seberapa besar pun penghasilannya semua akan masuk ke pengeluaran.

Contoh :

Orang miskin begitu penghasilannya bertambah besar mereka beli TV yang besar,
beli jamnya yang mahal, beli hp yang lebih baru, beli baju mahal, makan di
restoran mewah, ikut keanggotaan fitness, ikut asuransi yang tidak perlu, dll.

Pertanyaannya :

Bila penghasilan Anda bertambah besar, Anda belikan apa? Hal-hal yang
menghasilkan uang lagi atau hal-hal yang menghabiskan uang. Silahkan dijawab,
Anda yang tahu termasuk golongan manakan Anda?

untuk melengkapi pembelajaran Anda silahkan Anda download eBook
24 Prinsip Miliarder yang Mencerahkan oleh Tung Desem Waringin senilai Rp. 250.000,-
dan seminar 3 hari Financial Revolution senilai Rp. 4.933.500,-
klik disini : http://www.tdwuniversity.com/launch/?id=35021